Sunday, January 8, 2012

TUGAS PROPOSAL

PROPOSAL dan PERMOHONAN DONASI

Kegiatan Bakti Sosial

GUNADARMA

2011





Proposal Kegiatan Bakti Sosial Khitanan Masal

LATAR BELAKANG

Saat ini masih banyak saudara-saudara kita yang kehidupannya sangat memprihatinkan. Data terakhir Badan Pusat Statistik memperlihatkan ada sekitar 40 juta orang di Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Secara kasat mata kemiskinan dapat kita jumpai dengan mudah di sekitar kita. Khususnya di Jakarta, banyak kita jumpai orang dewasa dan anak-anak terlantar yang hidup dan tinggal di jalan. Banyak pula anak yatim dan/atau piatu dan orang-orang kurang mampu (dhuafa) baik yang ada di panti-panti maupun yang menggantungkan kehidupan mereka pada orang lain karena kurangnya kemampuan ekonomi mereka.

Dalam rangka memperingati 50 Tahun Hari Kesehatan Dunia setiap bulan April serta Hari Kesehatan Nasional yang ke-45 di bulan November di tahun 2011 ini, kami bermaksud untuk kembali mengadakan sebuah kegiatan sosial berupa Khitanan Masal bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai wujud kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.


Melalui proposal kegiatan ini kami selaku panitia mengajak peran serta Bapak/Ibu/Sdr/i untuk ikut memberikan dukungan baik moril maupun materiil, baik berupa donasi uang atau barang, dalam acara bakti sosial dalam bentuk Khitanan Masal yang hendak kami selenggarakan di bulan Juli 2009 mendatang.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Meningkatkan rasa syukur, iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Meningkatkan jalinan kasih sayang, kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan di antara sesama, khususnya antar anggota Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia;
  3. Mengetuk kepedulian sosial masyarakat terhadap fakir miskin dan anak-anak terlantar dan kurang mampu yang ada di sekitar kita; dan
  4. Memperkenalkan kepada masyarakat luas adanya wadah komunitas pekerja bersepeda sebagai salah satu sarana dan upaya menjaga lingkungan dan kesehatan.

WAKTU PELAKSANAAN

Kegiatan Khitan ini Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari : Sabtu

Tanggal : 5 Juli 2011

Waktu : Pukul 08.00 - 14.00 WIB

Tempat : Mesjid AN-Nur

Alamat : Jl. Margonda raya No. 1, Depok

Kegiatan Khitan juga meliputi pemeriksaan calon pasien Khitan oleh tim dokter sebelum hari H dan perawatan pasca Khitan beberapa hari setelah hari H. Dalam hal ini tim dokter akan mengunjungi para calon pasien dan / atau peserta khitan di tempat masing-masing.

Sedangkan perayaan Khitan yang Insya Allah dilaksanakan pada :

Hari : Minggu

Tanggal : 26 Juli 2009

Waktu : Pukul 06.00 - 15.00 WIB

Tempat : Mesjid An-Nur

Alamat : Jl. margonda Raya No. 1, Depok

SUSUNAN ACARA

2 Juli 2009

Pemeriksaan Calon Pasien Khitan Pra Acara



4 Juli 2009




Kumpul, Persiapan di kampus STEKPI dan Pembukaan

:

08.00-08.30

Pelaksanaan Khitan

:

08.30-12.30

Makan siang bersama dan sholat dzhuhur berjamaah

:

12.30-13.30

Doa Bersama dan Penutupan

:

13.30-14.00

7 Juli 2009

Perawatan Pasien Pasca Khitan



26 Juli 2009

Funbike Rogad B2W –STEKPI Cycling Club

:

06.00-10.00

Pengajian, Marhaban, Marawis, Pemberian Hadiah Khitan

:

10.00-12.00

Makan siang bersama dan sholat dzhuhur berjamaah

:

12.00-13.30

Games/Permainan dan Hiburan

:

13.30-14.30

Doa Bersama dan Penutupan

:

14.30-15.00

ANGGARAN BIAYA

Terlampir

SUSUNAN KEPANITIAAN

Terlampir

PENUTUP

Besar harapan kami agar Bapak/Ibu/Sdr/i dapat berperanserta memberikan perhatian dan dukungan atas acara bakti sosial yang akan kami laksanakan.

Demikian proposal dan permohonan donasi untuk kegiatan bakti sosial khitanan masal dalam rangka ulang tahun Rogad – Bike to Work Indonesia ini kami sampaikan. Atas perhatian, bantuan dan kerjasama yang diberikan kami ucapkan banyak terima kasih.

Hormat Kami,

Jakarta, 10 Juni 2009

Ketua Pelaksana



Sekretaris













Siti Zuraida



M. Adi Pamungkas






Menyetujui,


Pelindung



Penanggung Jawab













Ibnu Baskoro



Bayu Sukmana Pasi


Lampiran 1.

RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAKTI SOSIAL KHITANAN MASAL

ROGAD “BIKE TO WORK INDONESIA“ 2009

Alokasi Dana :








- Paket Konsumsi, Lunch & Snack untuk undangan/keluarga anak/panitia/tim dokter

200

org

@

Rp30,000

Rp

6.000.000


- Air Mineral

10

dus

@

Rp15,000

Rp

150.000


- Paket Hadiah Khitan

20

org

@

Rp100,000

Rp

2.000.000


- Paket Angpau

20

org

@

Rp25,000

Rp

500.000


- Tindakan medis khitan + obat

20

org

@

Rp200,000

Rp

4.000.000


- Transportasi dan Komunikasi





Rp

400.000


- Hiburan





Rp

500.000


- Perlengkapan





Rp

1.000.000


- Biaya Lain-lain





Rp

450.000


Total Pengeluaran




Rp

15.000.000






















Total dana yang masih diperlukan (Donasi yang diharapkan)


Rp.

15.000.000


Bantuan berupa donasi dapat ditransfer melalui :


BCA Cabang Cimanggis

No. Rek. 166 240 3797

a/n. Yani Susilowati

Bank Mandiri Cab. Kramatjati

No. Rek. 006 0092 71 3431

a/n. Siti Zuraida


Untuk memudahkan pengecekan serta pencatatan, setelah melakukan transfer mohon keikhlasannya untuk mengirimkan konfirmasi ke Yani via sms di 0858 8512 8411 atau email ke yani.tjangkung@gmail.com atau Yahoo!Messenger (YM id): yanies80 dengan mengetik : Baksos RoGad, Nama Donatur, Bank, Tanggal Transfer dan Jumlah Donasi

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

Siti Zuraida

Mobile 0816 184 3371

E-Mail ijulsz@gmail.com

YM ijul35 (silakan tinggalkan pesan offline)


Lampiran 2.

SUSUNAN PANITIA PENYELENGGARA

BAKTI SOSIAL ”BIKE TO WORK INDONESIA” 2009

Pelindung : Ibnu Baskoro

Penasehat : Toto Sugito

Ozy Sjarindra

Penanggung Jawab : Bayu Sukmana Pasi

Ketua Pelaksana : Siti Zuraida

Sekretaris : M. Adi Pamungkas

Bendahara : Yani Susilowati

Seksi Konsumsi : Indarti Andriani

Fifin Mulyanti

Irni Yusniati

Setyo Wibowo

Seksi Transportasi : Dany Fernando

Desi Budi Rejeki

Ridwan Amsori

Seksi Perlengkapan : Mohammad Khatamsi

Michael Jody Ch.

Lanang Derry Mahendra

Chairul Anwar

Seksi Humas, Publikasi : Widi Asmoro

dan Dokumentasi Eva Ali

Tono Purnomo

Seksi Acara : Adolf Benny

Meyka Marianna Manullang

Gita Putri Maharani

Fandry Suhendri

Koordinator Lapangan : Didit Windhi

Achmad Yuliansyah

Hamdan Nurul Huda

Novik Ariyanto

Lampiran 3.

DAFTAR DONATUR/DONASI

No.

Tanggal

Nama Donatur

Jumlah Donasi













































































































































Bab 5 : Kalimat

Bab 5

Kalimat

5.1 Pendahuluan

Kalimat merupakan primadona dalam kajian bahasa. Hal ini disebabkan antara lain karena perantaraan kalimatlah seseorang baru dapat menyampaikan maksudnya secara lengkap dan jelas. Satuan bentuk bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah bahasa yang sudah kita kenal sebelum sampai pada tataran kalimat adalah kata (mis.tida) dan frasa atau kelompok kata (mis. Tidak tahu). Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek dan predikat dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna. Intonasi kalimat dalam bahasa tulis dilambangkan dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru.

5.2 Unsur Kalimat

Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku – buku tata bahasa Indonesia lama lazim disebut jabatan kata dan kita disebut peran kata yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (pel) dan keterangan (ket). Kalimat bahasa Indonesia baku sekurang – kurangnya terdiri atas dua unsure, yakni subjek dan predikat. Unsur yang lain (objek, pelengkap dan keterangan) dalam suatu kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir, atau wajib tidak hadir. Pengisi S, P, O, pel, ket dalam kalimat tidak hanya berupa kata tetapi dapat juga berupa frasa. Contoh kalimat S, P, O, pel, ket dalam bentuk frasa yaitu pembawa acara yang kocak (itu).

(S) Pembawa acara yang kocak itu // pembeli // bunga

S P O

(P) Indra // (adalah) Pembawa acara yang kocak itu

S P

(O) Madonna // menelepon // Pembawa acara yang kocak itu

S P O

(Pel) pesulap itu // menjadi // Pembawa acara yang kocak itu

S P Pel

(Ket) Si Fulan // pergi // dengan membawa acaraa yang kocak itu

S P Ket

5.2.1 Predikat

Predikat (P) adalah bagian kalimat yang member tahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana S (pelaku/tokoh atau benda di dalam suatu kalimat). Predikat dapat berupa frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, tetapi dapat juga numeralia, nomina, atau frasa nominal. Contoh sebagai berikut :

(1) Kuda meringkik

Memberitahu perbuatan kuda

(2) Ibu sedang tidur siang

Memberitahu tindakan ibu

(3) Putrinya cantik jelita

Memberitahu keadaan putrinya

(4) Kota Jakarta dalam keadaan aman

Memberitahu keadaan kota jakarta

(5) Kucingku belang tiga

Memberitahu cirri kucingku

5.2.2 Subjek

Subjek (S) adalah bagian yang menunjukan pelaku, tokoh atau benda, sesuatu hal atau suatu masalah yang menjadi pangkal / pokok pembicaraan. Subjek biasanya diisi oleh jenis kata / frasa benda, klausa atau frasa verbal. Untuk lebih jelas lihat contoh dibawah ini :

(1) Ayahku sedang melukis

(2) Meja direktur besar

(3) Yang berbaju batik dosen saya

Dalam bahasa Indonesia, setiap kata, frasa, klausa pembentuk S harus selalu merujuk pada benda (konkret atau abstrak).

5.2.3 Objek

Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat. Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak O selalu dibelakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O seperti contoh dibawah ini

(1) a. Nurul menimang

b. Arsitek merancang

contoh diatas predikat menuntut untuk dilengkapi. Unsur yang akan melengkapi P bagi kedua kalimat itulah yang dinamakan objek.

Objek dalam kalimat aktif dapat berubah menjadi S jika kalimatnya dipasifkan. Perhatikan contoh dibawah ini :

a. Serena mengalahkan Angeli (O)

b. Angeli (S) dikalahkan oleh serena

5.2.4 Pelengkap

Pelangkap adalah bagian kalimat yang melengkapi P. letak pelangkap di belakang P yang berupa verba. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi pel dan O juga sama yaitu berupa nomina, frasa nominal atau klausa. Namun antara Pel dan O terdapat perbedaan.

Perhatikan contoh dibawah ini :

a. Ketua MPR // membacakan // pancasila.

S P O

Pancasila // dibacakan // oleh Ketua MPR. ( Kalimat pasif )

S P O

Sunday, November 27, 2011

BAB 9 : Teknis Penulisan Surat

Teknis Penulisan Surat

9.1 Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari – hari kita pasti memerlukan surat. Surat merupakan produk komunikasi tulis yang paling banyak dibuat oleh perseorangan, lebih – lebih dari suatu organisasi. Dari segi pemakaiannya surat dapat dibedakan atas empat maca yaitu

1. Surat pribadi

2. Surat dinas pemerintahan

3. Surat bisnis

4. Surat social

Ciri – ciri surat yang baik antara lain :

1. Menggunakan kertas yang tepat (ukuran, jenis, warna).

2. Menggunakan bentuk surat yang standart.

3. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.

4. Menggunakan gaya bahasa yang lugas.

5. Menggunakan bahasa yang jelas.

6. Menggunakan bahasa yang sopan dan hormat.

7. Menyajikan fakta yang benar dan lengkap.

8. Tidak menggunakan singkatan kecuali yang lazim digunakan.

9. Tidak menggunakan kata – kata yang sulit dan istilah yang belum ada dimasyarakat.

Kesalahan dari segi bahasa yang sering ditemukan dalam surat menyurat umumnya sebagai berikut .

1. Pemakaian huruf capital dan huruf kecil serta penulisan kata, banyak yang salah.

2. Pemakaian kata atau istilah, banyak yang tidak tepat.

3. Kalimat sering tidak lengkap, berbelit – belit dan bertele – tele.

4. Sususan isi atau komposisi surat banyak yang tidak diatur.

Monday, October 10, 2011

Aplikasi Grafik Komputer dan Pengolahan Citra Cartography

Grafika komputer
(Inggris: Computer graphics) adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan dan manipulasi gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.


Peta merupakan gambaran wilayah geografis dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dapat menunjukkan informasi penting sesuai dengan kebutuhan pengguna. Perkembangan teknologi komputer dengan berbagai perangkat lunak (software) saat ini telah mampu menampilkan suatu bentuk visualisasi peta 3 dimensi (3D). Peta 3 dimensi (3D) dapat memvisualisasikan secara 3 dimensi (3D) bentuk keruangan suatu wilayah sehingga dapat mewakili keadaan real (sebenarnya) wilayah tersebut dengan perspektif yang lebih baik bila dibandingkan dengan peta 2 dimensi (2D). PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB) Unit Pembangkitan Gresik merupakan penyuplai terbesar kebutuhan listrik di Jawa Timur yang memiliki bangunan fisik bervariatif, oleh karena itu perlu dibuat peta 3 dimensi (3D) PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB) Unit Pembangkitan Gresik sehingga dapat memberikan informasi dengan memperlihatkan bentuk secara real dan perspektif yang lebih baik dari bangunan fisik yang ada. Terdapat beberapa tahapan dalam proses pembuatan peta 3 dimensi (3D) PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB) Unit Pembangkitan Gresik ini yaitu persiapan, pengumpulan data, pengolahan data meliputi pengolahan citra satelit Quickbird menggunakan software ER Mapper 7.1, penggambaran bentuk menggunakan software AutoCAD Land Desktop 2009, dan pemberian aspek kartografi pada peta menggunakan software Google Sketch Up 7, meliputi pengaturan warna, penentuan simbol, ukuran dan aspek kartografis lainnya, kemudian pencetakan hasil peta. Proses pengolahan citra satelit Quickbird diperoleh nilai RMS error rata-rata (pixel) sebesar 0.527. Hasil perhitungan selisih panjang dan lebar bangunan di lapangan dibandingkan dengan hasil dijitasi 2D didapatkan selisih rata-rata panjang sebesar -1,674 m dan selisih rata-rata lebar sebesar -1,728 m. Sedangkan untuk perhitungan selisih ketinggian tinggi bangunan di lapangan dengan tinggi dari data teknis PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB) Unit Pembangkitan Gresik didapatkan selisih rata-rata tinggi sebesar 0.189 m. Dari pembuatan peta 3 dimensi diperoleh hasil peta 3 dimensi (3D) PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB) Unit Pembangkitan Gresik yang sesuai dengan keadaan real (nyata) dan perspektif yang lebih baik, sehingga dapat menghasilkan data dan informasi geografis mengenai kondisi bangunan fisik PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB) Unit Pembangkitan Gresik.


sumber:
http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-3100010040095/14194